BAB I
PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN
A. Kalimat terbuka dan Pernyataan
Kalimat terbuka, yaitu suatu kalimat yang belum jelas kebenarannya (benar
(B) atau salah (S)). suatu kalimat dinyatakan jika:
1.
Benar →(B)
berarti isi kalimat tersebut sesuai dengan fakta, atau sesuai aturan, atau
sesuai kesepakatan.
2.
Salah →(S) jika
tidak Benar atau tidak sesuai dengan fakta, aturan, atau kesepakatan. Jadi
bukan karena susunan kalimatnya.
Sebagai Contoh:
1.
Republik Indonesia
beribukota di Jakarta.
2.
Semut lebih
besar daipada gajah.
3.
2x + 5 = 13
4.
2 + 3 = 7
5.
3 + 2 < 10
6.
n + 3 > 5
7.
Dimana rumahmu?
8.
Berhati-hatilah
di jalan.
9.
2 adalah adik
dari 4.
10.
x lebih tinggi
daipada pohon kelapa.
Kesimpulan :
·
Kalimat-kalimat
no. 1, 2, 4, 5 sudah dapat dikatakan B atau S. Kalimat-kalimat yang demikian
disebut pernyataan.
·
Kalimat-kalimat
no. 3, 6 dan 10 belum bernilai B ataupun
S karena masih tergantung dari nilai x atau n. Kalimat yang demikian disebut
kalimat terbuka. Sedangkan x dan n pada kalimat terbuka disebut variabel. Sedangkan kalimat-kalimat no.
7, 8 dan 9 tidak dapat dikatakan B atau S. Variabel merupakan lambang / simbol
yang biasanya berupa huruf, untuk menyatakan anggota sebarang dalam himpunan
smestanya. Sedang lambang untuk menyatakan anggota yang sudah tertentu disebut konstanta.
B. Persamaan dan
Pertidaksamaan
Perhatikan
contoh berikut :
1. 2x + 4 = 10. 4. 2x2 + 4x
– 5 = 0
2. 3y – 4 = 5 5. 3x4 +
3x3 + x +7 = 0
3. 3x – 5 = 6 +
x 6. 2x + 3y + 6 = 0
Contoh di atas
merupakan kalimat terbuka, yang mengandung hubungan sama dengan. Kalimat
terbuka yang mengandung hubungan ”samadengan” (=) disebut persamaan.
Contoh 1, 2, 3 ini adalah persamaan linear dengan 1 variabel. Mengapa ?
Karena pangkat variabelnya
bulat, dan paling tinggi 1. Variabelnya hanya 1 yaitu x atau y
Contoh 4 disebut persamaan kuadrat dengan satu variabel.
Contoh 5 disebut persamaan pangkat 5 dengan 1 variabel.
Contoh 6 disebut persamaan linear dengan dua variabel, yaitu variabelnya x dan y.
Jika lambang ”=”
diganti dengan ”<” atau ”>” atau” ³” atau” £ maka
persamaan di atas menjadi pertidaksamaan.
C. Menyelesaikan
Persamaan
Kalimat terbuka
dapat diubah menjadi kalimat pernyataan
Salah satu caranya adalah dengan mengganti variabelnya dengan konstanta
dalam semestanya.
Contoh :
2 x + 4 = 10 (kalimat terbuka / persamaan)
Jika ”x” diganti ”2” menjadi 2.2 + 4 = 10 (adalah pernyataan yang Salah)
Jika ”x” diganti ”1” menjadi 2.1 + 4 = 10 (adalah pernyataan yang Salah)
Jika ”x” diganti ”
” menjadi 2.
+ 4 = 10 (adalah
pernyataan yang Salah)
Jika ”x” diganti ”3” menjadi 2.3 + 4 = 10 (adalah pernyataan yang Benar)
Konstanta
pengganti variabel yang mengakibatkan kalimat terbuka itu menjadi pernyataan
yang benar, disebut penyelesaian/solusi kalimat tersebut.
Dalam contoh di
atas, 3 adalah solusi dari persamaan 2x + 4 = 10.
Menyelesaikan
persamaan berarti mencari penyelesaian dari persamaan tersebut.
Contoh :
Selesaikan
persamaan 2 x – 4 = 5x + 8.
Jawab
: 2x – 4
= 5 x + 8
2x – 5x = 8 + 4
- 3x = 12
x = - 4
Jadi
solusinya adalah – 4
Himpunan
solusinya adalah Hp = {-4}
Suatu
persamaan akan tetap (ekivalen/mempunyai solusi yang sama)
jika ruas kiri dan kanan dari persamaan tersebut, ditambah, dikurangi dikali
atau dibagi (tidak dengan nol) dengan bilangan yang sama.
Sebagai tugas anda semua, buatlah ringkasan materi tentang Persamaan
Linier Dengan Satu Variabel. Kerjakan secara berkelompok, dengan masing –
masing kelompok beranggotakan 4-5 orang. Pada pertemuan berikutnya silahkan
dipresentasikan. Selamat Bekerja, Semoga Sukses!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar