PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Sejarah islam dari abad awal sampai kejayaannya takan
bisa terpisah dari isi dan kandungan dalam Al- Qur’an semua sejarah masa lalu
banyak kita jumpai.begitu pula dengan semua hal yang kita pelajari sekarang
antara lain bentuk-bentuk peristiwa yang melatar belakangi ada nya ilmu-ilmu
yang kita pelajari sekarang sangat beragam, di antaranya berupa: hasil
pemikiran dari pakar-pakar tafsir Al-Qur’an, penelitian-penelitian kandungan
dari ayat-ayat Al-Qur’an, dan masih banyak lagi yang belum kita ketahui. Dengan
adanya itu kami ingin mengetahui makna atau arti kandungan yang sesungguhnya
dari surat-surat yang diberikan ALLAH SWT semoga dengan adanya makalah ini kita
semakin menebalkan iman kita kepada sang pencipta yaitu ALLAH SWT amin ya robbal alamin.
B. Rumusan Masalah
1.
Apakah ilmu fisika dalam persepsi Al-Qur’an ?
2.
Bagaimana sikap hidup kita dengan fisika ?
C. Tujuan Rumusan Masalah
1.
Memahami ilmu fisika dalam persepsi Al-Qur’an
2.
Mengetahui sikap hidup kita dengan fisika
BAB II
PENBAHASAN
MEMAHAMI
AL-QUR’AN dengan FISIKA dan SEBALIKNYA
A. Ilmu Fisika dalam Persepsi Al-Qur’an
Kalau
kita mempelajari ilmu fisika maka ada empat unsur penting yang berada di dalam
nya. Unsur utama dalam kegiatan fisika yang penting adalah observasi atau
pengamatan terhadap bagian alam yang ingin kita ketahui sifat dan kelakuannya
pada kondisi tertentu. Dalam kegiatan fisika, apabila pengamatan atau obserfasi
terhadap kelakuan alam diganti dengan penghayalan merupakan suatu kesalahan,
kecuali apabila khayalan tersebut didukung oleh perhitungan matematika yang
dijabarkan dari kelakuan-kelakuan lain yang telah di ketahui.
Sehubungan
dengan keharusan manusia untuk mengenal alam sekelilingnya dengan baik, maka
ALLAH SWT memerintahkannya dalam surat yunus
ayat 101 sebagai berikut:
Artinya: “Katakanlah, pehatikanlah apa yang ada dilangit dan di bumi, tidak bermanfaat
tanda kekuasaan ALLAH dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yag tidak
beriman (yunus: 101)
Perintah
itu menunjukkan agar manusia mengetahui sifat-sifat dan kelakuan alam
disekitarnya, yang akan menjadi tempat tinggal dan sumber bahan serta makanan
deal hidupnya. Dengan mengetahui sifat-sifat dan kelakuan alam tersebut manusia
dapat mengambil manfaat darinya untuk kemaslahatan bagi semua yang ada didalam.
Dalam
surat Al-gahasyiyah ayat 17-20 juga dijelaskan:
Artinya: Maka mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia di tegakkan. Dan bumi bagaimana ia di hamparkan (Al-Gahasyiyah:
17-20)
Dan ayat tersebut di atas dapat
dikatakan bahwa menjadi suatu keharusan bagi manusia untuk memperhatiak sifat
dan tingkahlaku alam semesta. Memperhatikan disini dapat di artikan sebagai
usaha untuk memahami proses-proses alamiah yang terjadi di dalam nya. Halini
persis sama dengan apa yang dilakukan oleh para ilmuan fisika atau pengembangan
sains pada umum nya, melakukan observasi dengan penuh perhatian untuk dapat
menjawab pertanyaan bagaimana proses itu terjadi, memperhatikan alam semesta
dan merenunginya sampai mendapatkan suatu pemahaman tentang sifat dan kelakuan
serta proses-proses alami yang ada di dalam nya merupakan suatu aktifitas membaca ayat ALLAH SWT, sebab didalam
Al-Quran sudah dijelaskan bahwa memperhatikan alam semesta yang berarti juga
mempelajari ilmu fisika adalah bagian dari membaca ayat ALLAH SWT.
Setelah
melakukan observasi atau pengamatan unsur kedua yang merupakan hal penting
dalam pengembangan fisika adalah pengukuran dalam dunia fisika tidak terlepas
dari ahlukur-mengukur segala fenomena ke alam selalu di jelaskan dengan auntifikasi,
kegiatan ini dilakukan agar sesuatu menjadi seragam dalam suatu pengertian atau
bisa dikatakan agar suatu kejanggaln ke alaman yang mempunyai pengertian
unifersal bisa dimengerti juga oleh oranglain, sesuatu akan menjadi kabur dalam
fisika apabila dinyatakan dengan kualitatip saja. Seorang fisikawan mendengar
ucapan seperti angin semilir-semilir sehingga membuat mata mengantuk agar
berkomentar, bahwa ungkapan tersebut bukanlah pernyataan fisika tetapi puisi.
Tetapi udara yang mengalir dengan kecepatan 9km/jam dengan suhu 230C
dan kelembaban 85% akan dinyatakan sebagai pernyataan fisika. Jadi dalam fisika
harus ada pernyataan yang dapat di pahami oleh semua orang (harus terukur).
Pemahaman ini sejalan dengan firman ALLAH SWT dalam Al-Quran surat Al-Qamar
ayat 49 yang berbunyi:
Artinya: Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (Al-Qamar: 49)
Seandainya
ALLAH SWT menciptakan segala sesuatu tanpaukuran, maka akan terjadi ketidak
seimbangan di dalamnya. Ukuran yang diciptakan oleh ALLAH SWT sangat tepat,
sehingga alam yang seperti kita rasakan
ini adalaah benar-benar seimbang.
Dalam
fisika apabila ingin berkarya membuat suatu terapan, juga akan melakukan
pengukuran sampai mendapatkan hasil yang di harapkan. Apabila ingin membuat ruang
bersuhu 220C maka akan membuat rekayasa dalam lingkungan sekitarnya
sehingga hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.
Besaran-besaran
yang dapat di ukur disebut besaran fisika atau besaran fisis. Cotoh tentang
suhu di atas mengandung pengertian bahwa kelembaban memiliki ukuran terentu.
Gerak udara yang di ciptakan ALLAH SWT
memiliki ukuran kecepatan. Bumi dan benda-benda angkasa lain juga punya ukuran,
serta mempunyai masa tertentu sehingga dapat menjadi seimbang, kemudian dari
pengukuran dibuat persamaan matematis sehingga lebih mudah dipahami oleh semua
orang. Jadi apa yang ada dalam fisika ada kesesuaiaan dengan Al-Quran.
Unsur-unsur
penting yang ke tiga, dalam pengembangan fisika adalah analisis terhadap data
yang terkumpul dari berbagai pengukuran atau besaran-besaran fisis yang ter
libat, hal ini dilakukan melalui peroses pemikiran kritis, dan dilanjutkan
dengan evaluasi terhadap hasil-hasilnya dengan penalaran yang sehat sehingga
menjacapai kesimpulan yang rasional.
Unsur
yag ke empat adalah peranan pemikiran kritis dan penalaran raional. Dalam hal
ii Al-Quran surat An-Nahl ayat 11-12 meyatakan yang artinya:
Dia meumbuhkan bagi kamu dengan air
hujan itu tanaman-tanaman: zaitun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda kekuasaan ALLAH SWT
bagi kamu yang memikirkan. Dan dia menundukkan malam dansiang, matahari dan
bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu di tundukkan untukmu degan perintah-Nya,
sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar adalah tanda-tanda kekuasaan
ALLAH SWT bagi kaum yang memahaminya (An-Nahl: 11-12)
Alam
semesta dan proses-proses alam yang ada di dalamnya, sifat dan kelakua alam yag
telah disimpulkan oleh para ilmuan fisika di sebut sebagai hukum alam,
sedangkan para ilmuan muslim penyebutnya sebagai sunattullah.
Dari
penjelasan empat unsur penting dari ilmu fisika di atas menunjukkan bahwa semua
sejarah dan apa yang ada di alam ini terdapat
dalam Al-Quran.
B. Fisika dan Sikap Hidup
Sebagai
saintis berusaha menarik kesimpulan dari beberapa teori utuk dijadikan dan di
ambil sebagai pelajaran atausebagai acuan dalam kehidupan, karena sudah jelas
sains adalah sunatullah, maka alam semesta adalah dipahami mempunyai
keteraturan yang keteratutan itu adalah bukti ketundukkan alam terhadap
perintah ALLAH SWT. Dengan begitu, apabila saintis menjadikan beberapa teori
untuk menyikapi hidup, maka itu bukan sesuatu yang keliru. Sikap itu misalnya
mencoba menjadikan materi fisika klasik dan materi fisika moderen sebagai sikap
untuk lebih membuat bijaksana.
Kalau
kita belajar fisika maka materinya yang kita pelajari bisa dikelompokan menjadi
materi dalam lingkup fisika klasik dan fisika moderen. Fisika klasik dan fisika
moderen bukan terkait dengan masalah zaman. Kapanpun zaman berjalan, fisika
klasik akan tetap fisika klasik dan fisika moderen akan tetap fisika moderen.
Fisika klasik dan fisika moderen terkait dengan objek yang kita pelajari. Objek
yang kita pelajari adalah objek yang ukurannya sedang-sedang saja. Sedangkan
objek yang di pelajari dalam fisika moderen yang didalamnya mekanika kuantum,
sedangkan dalam fisika klasik ada mekanika new tonion ukurannya sangat kecil
dan kecepatannya sangat cepat (mungkin mendekati kecepatan cahaya 300.000
km/s). Didalam fisika selalu ada persamaan atau rumus yang dapat menggambarkan
dan menjelaskan suatu penomena fisis maka kita akan mengenal rumus-rumus yang
ada pada ruang lingkup fisika klasik seperti beberapa rumus pada newton, juka
mengenal rumus-rumus dalam lingkup fisika moderen seperti teori relatifitas
einstein, persamaan serodinger dan lain-lain.
Rumus-rumus dalam fisika klasik tidak akan dapat
mendeskripsikan dan menjelaskan fenomena yang ada pada fisika moderen.
Lebihjelasnya kalau ada fenomena yang objeknya sangat kecil, maka dengan
menggunakan rumus-rumus fisika klasik fenomena itu tidak dapat di jelaskan.
Tertapi sebaliknya rumus-rumus yang ada dalam lingkup fisika moderen masih
memungkinkan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan fenomena yang objeknya yang
ada dalam fisika klasik
Jadi
tidak cukup kita hanya belajar fisika klasik tetapi sangat perlu juga
mempelajari fisika moderen untuk lebih dapat memahami penomena alam. Dalam
surat Al-Kahfi ada cerita menarik dimana Nabi Musa AS. Melakukan pengembaraan
yang akhirnya bertemu dengan Nabi Khidir, dan Nabi Musa mengutarakan
keinginginannya untuk banyak belajar pada Nabi Khidir. Dari pengembaraan itu
banyak hal yang menarik yang dapat di ambil hikmahnya. Nabi Khidir mendapatkan
perahu dan dilubanginya sehingga bocor. Nabi Khidir bertemu seorang pemuda lalu
dibunuhnya, peristiwa itu membuat Nabi Musa menjadi tidaksabar karna
jelas-jelas Nabi Khidir melanggar syariat (lebih jelasnya baca dalam surat
Al-Kahfi)
Kalu
peristiwa itu kita kaitkan dengan fisika kelasik dan fisika moderen, maka dapat
dikatakan bahwa Nabi Khidir menggunakan rumus-rumus yang ada dalam fisika
moderen, sedangkan Nabi Musa menggunakan fisika klasik. Sehingga Nabi Musa
tidak sabar, dengan katalain Nabi Musa masih dalam ruang lingkup eksoteris
(syariat) tapi Nabi Khidir sudah dapat memahami apa dibalik syariat itu. Dapat
dikatakan pula, Nabi Khidir sudah dalam lingkup esotaris (hakikat) sehingga
membuat kita menjadi lebih bijaksana dalam memaknai hidup dan bersikap dalam
hidup.
Salahsatu
objek dari fisika moderen adalah tentang cahaya. Cahaya mempunyai kecepatan
menjalar 300.000 km/s. Apa sebenarnya cahaya itu?
Kalu
kita bertanya kepada anak SD, SMP, SMU, dan Mahasiswa lain atau bahkan
masyarakat umum tentang apa yang membuat kita melihat, mak secara sepontan
mereka akan menjawab, mata. Tetapi bila mereka diajak keruang yang gelap tidak
akan bisa dilihat. Kejadian ini dapat ditentukan, misalnya apabila lampu
listrik padam pada malam hari, maka benda-benda disekeliling kita tidak
terlihat jadi apa sebenarnya membuat kita melihat? Jawabannya adalah cahaya.
Cahaya sangat berarti dalam hidup. Kita akan sirna tanpa cahaya, karna bisa
dikatakan bahwa cahaya adalah sumber dari kehidupan. Tumbuhan akan mati tanpa
cahaya karena tidak dapat berfotosintesis. Kalau tumbuhan matu maka hewan akan
mati dan manusia juga akan mati sehingga tidak akan adalagi kehidupan di muka
bumi.
Apa
hakikat cahaya? Belajar tentang hakiakat cahaya sama sulit dengan hakikat
manusia. Selama ini yang kita pelajari tentang manusia adalah karakter, sikap,
tingkahlaku, dan lain-lain. Begitu juga caha yang terjadi selama ini dalam
mempelajari cahaya yaitu dipelajari adalah sifat-sifat cahaya. Jadi apa hakikat
cahaya?
Dalam
Al-Quran disebutkan “Allaahu nuurussamawa
tiwal ardi” yang artinya bahwa ALLAH
adalah cahaya langit dan bumi, jadi tidak bisa kita melihat apapun yang ada di
alam tanpa cahaya, tanpa ALLAH SWT. Jadi kita hidup dan bisa melakukan apa saja
di alam ini karna ALLAH. Dengan demikian, belajar fisika juga dapat membuat
kita lebih sadar dan dapat meningkatkan kita pada keinginan untuk mencari
hakikat kebenaran.
Kembali
pada soal fisikaklasik dan fisika moderen. Lalu bagaimana caranya untuk dapat
memahami fisika moderen ?
1.
Kita paham dalam fisika klasik
2.
Kita siapkan jiwa untuk percaya bahwa dalam alam ini
ada objek yang sangat kecil dan super cepat sehingga kita bisa menerima materi
dalam fisika moderen. Banyak ilmuan klasik tidak mepercayai penemuan einstein,
karena mereka hanya percaya pada hukum-hkum new ton. Baru setelah banyak
dilakukan percobaan, mereka dapat menerima. Sama halnya belajar tentang masalah
eksoteris islam dari awal tidak percaya, bahkan apreori, maka tidak akan dapat
membuat kita paham dan membuat kita tidak sabar seperti apa yang dilakukan oleh
Nabi Khidir kepada Nabi Musa, “innaka lan
tastati’u ma’iya sobro”
3.
Mempelajari betul-betul fisika moderen
Contoh yang lain untuk membuat kita bijaksana dalam hidup adalah dengan
mengalami gejala gerafitasi. Menurut penjelasan diatas, bahwa unsur yang paling
penting dalam fisika adalah pengamatan, pengukuran, analisis dengan penalaran
yang baik. Karena pengamatan manusia kadang terbatas dan memang terbatas,
sehingga menjadi kurang teliti, dan seiring dengan perjalan waktu serta
perkembangan alat ukur yang mampu menghasilkan ukuran yang akurat maka akan di
peroleh kesimpulan lain dari kesimpulan pada pengamatan sebenarnya. Itu sebabnya,
merupakan suatu kewajiban apabila kemudian ada teori lama yang harus di abaikan
digantikan dengan teori baru.
Dari hal tersebut dapat ditarik
pelajaran bahwa pengamatan ada batasnya, sehingga tidak dibenarkan jika manusia
bersikap arogan atau sombong dalam hal mempertahankan suatu ilmu. Sekedar
sebagai contoh untuk sedikit membuktikan keterbatasan tersebut, adalah:
Saya mempunyai dua buah benda. Benda
pertama saya pegang dengan tangan kanan berupa sebuah dompet yang isinya uang
receh isinya seratusan sebanyak sepuluh, dan pada tangan kiri saya pegang uang
receh seratus rupiah. Apabila saya bertanya mana yang lebih berat antara benda
ditangan kanan dengan benda ditangan kiri? Tentu jawabannya adalah benda pada
tangan kanan. Kalau saya bertanya lagi mana yang lebih dilu sampai kelantai
apabila secara bersama-sama keduanya di jatuhkan? Maka anda berfikir sejenak
akan menjawab dompet akan jatuh lebih dulu katena dompet itu lebih berat
Hal itu adalah jawaban yang salah
karena menurut teori gerak, jatuh bebas dompet dan uang receh akan jatuh
bersama-sama. Hal ini disebabkan karena
kecepatan grapitasi yang sama besar dan tidak di pengaruhi oleh massa dan gaya
berat.
Kenapa jawabannya salah, karena
keterbatasan pengamat dan keterbatasan dalam nalar.oleh karena itu, di dalam
menghadapi segala sesuatu harus benar-benar di amati dan kemudian di lakukan
analisis dengan nalar yang sungguh-sungguh sehingga tidak menjadi mudah
menyalahkan orang lain dan tidak mudah merasa kitalah yang paling benar. Dengan
kata lain, kita akan lebih bijaksana dalam mengikapi segala peristiwa.
Masih banyak contoh-contoh yang lain
dari teori sains unuk bisa di jadikan pelajaran atau perilaku dalam bersifat
dan bertindak. Tetapi ternyata Al-Qur’an lah yang menjadi pedoman dalam mengarungi kehidupan yang serba
terbatas ini.
Dari itu sangat lah jelas bahwa antara
al-qur’an dengan ilmu pengetahuan sangatlah erat atau bisa dikatakan bahwa ilmu
pengetahauan alam bersumber dari al-qur’an namun karan keterbatasan dari
pengetahuan kita sehingga kita belum mampu menggapaiatau menggali semua apa
yang ada dalam Al-qur’an contoh kecil saja tentang bumi di kelilingi oleh
matahari sebagai mana yang di jelaskan dalam surah yasin yang berbunyi:
والشمش تجري لمستقر لها ذالك تقدير العزيز العليم
Artinya:dan
adapun matahari berjalan di tempat
peredarannya .demikianlah ketetapan Allah mahaperkasa dan maha mengetahui
(qs.yassin)
Dari itulah kita sebagai ummat manusia
sudah di sediakan sesuatu dengan selengkap mungkin tinggal kita mengaisnya
dengan baik .sehubungan denagn keterkaitan fisika dengan al-qur’an bahwa bukan
hanya saja ayat tuhan dalam keadaan tersurat yang harus kita ketahui tapi ayat
yang tersirat pun kita harus ketahui dengan adanya alam semesta ini maka hal
tersebut mengajarkan kita agar menjadi orang yang benar-benar berfikir.
Kalau kita membahas masalah hubungan antara
dua hal tersebut maka sangatlah banyak kita temukan dalam Al-qur’an dan hal
tersebut tidak ada yang bertentangan dengan para ahli dalam ilmu fisika.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
hasil penelitian diatas kami dapat menyimpulkan bahwa ada empat unsur penting
yang berada di dalam memahami ilmu fisika dalam persepsi Al-Qur’an anyara lain
Unsur utama dalam kegiatan fisika yang penting adalah observasi atau pengamatan
terhadap bagian alam yang ingin kita ketahui sifat dan kelakuannya pada kondisi
tertentu, unsur kedua yang merupakan hal penting dalam pengembangan fisika
adalah pengukuran dalam dunia fisika tidak terlepas dari ahl ukur-mengukur
segala fenomena ke alam selalu di jelaskan dengan auntifikasi, unsur-unsur
penting yang ke tiga, dalam pengembangan fisika adalah analisis terhadap data
yang terkumpul dari berbagai pengukuran atau besaran-besaran fisis yang ter
libat, unsur yag ke empat adalah peranan pemikiran kritis dan penalaran
raional.
kesimpulan dari beberapa teori itu utuk di jadikan sebagai pelajaran atau sebagai
acuan dalam kehidupan, karena sudah jelas sains adalah sunatullah, maka alam
semesta adalah dipahami mempunyai keteraturan yang keteratutan itu adalah bukti
ketundukkan alam terhadap perintah ALLAH SWT. Dengan begitu, apabila saintis
menjadikan beberapa teori untuk menyikapi hidup, maka itu bukan sesuatu yang
keliru. Sikap itu misalnya mencoba menjadikan materi fisika klasik dan materi
fisika moderen sebagai sikap untuk lebih membuat bijaksana.
DAFTAR
PUSTAKA
|
|
Ustz zul karnaen
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar